26 Oktober 2009

Ukhti....


Aku ingin memanggilmu ukhti....

By: Burhan Shodiq From Alib Isa Facebook

Aku tahu sebenarnya sudah ada benih hidayah di hatimu. Hanya saja selama ini kamu selalu inginkan yang lain. Hati kecilmu ingin berubah, tetapi nafsumu belum mau diajak berubah. Aku tahu mungkin kamu butuh waktu. Tapi kalaulah ini sebuah kebaikan, kenapa mesti ditunda hingga ajal menjemputmu?

Allah hanya inginkan kebaikan pada hamba-Nya, termasuk kamu. Alah inginkan kamu baik, kamu berada dalam sebuah kemaslahatan. Sepanjang kamu mendekat, Allah akan mendekat. Sepanjang kamu menjauh, Allah juga akan menjauh. Penuhilah ajakan Allah dan Rasul-Nya, meski ajakan manusia membuatmu terbuai. Betapa sering kita terpikat ajakan manusia, padahal manusia itu sendiri tak bisa menjanjikan apa-apa. Tapi kenapa justru kita selalu mengabaikan ajakan Allah, padahal Dia lah yang akan menjamin surga atau nerakanya kita.

Aku tahu kamu pandai, itulah kenapa kamu selalu menggunakan otakmu. Kamu ingin segalanya bisa dinalar. Bisa ditelaah secara ilmiah, bisa dihitung secara angka, dan bisa dilihat dengan logika. Hidayah ini pun inginnya juga kamu gitukan. Hidayah kudu nyata, kudu benar-benar terlogika secara cerdas. Tapi tidak tahukah kamu, bahwa secerdas apapun kamu, kamu masih lebih bodoh dari Penciptamu. Sekuat apapun akalmu, itu tidak akan membantumu melewati hari-hari di pembalasan nanti. Karena akalmu tak lebih baik dari wahyu Allah. Wahyu Allah lah yang lebih tinggi posisinya. Sebebas apapun kamu berpikir, itu tidak akan memuaskanmu. Malahan justru akan membuatmu mendekati kegilaan yang mengancam dirimu.

Hidayah Allah sudah merangkulmu, tapi otak dan pikiranmu ingin berontak dari itu. Kembalilah kepada Allah dengan segenap jiwa dan ragamu. Rasakanlah kebahagiaan hidup yang telah Allah janjikan kepada pada hamba-Nya. Hamba-hambaNya laki-laki maupun perempuan, yang gemar berbuat keshalihan. Mereka penuhi hari-harinya dengan kebaikan dan amal-amal pengantar surga. Jadilah bagian dari mereka. Bergabunglah dengan kafilah-kafilah mereka. Bukankah Allah Ta'ala yang Maha Rahman berfirman:
"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (Qs öAn Nahl: 97)

Aku ingin kamu berubah. Tidak lagi tomboy dengan kalung dan gelang yang tidak jelas fungsinya. Tidak lagi berjalan seperti tentara. Tapi lembut seperti putri-putri istana. Tidak lagi bersuara laksana komandan perang di hadapan serdadunya. Melainkan dengan nada yang sopan meski tidak terkesan menggoda. Aku ingin kamu menjadi seorang muslimah yang sebenarnya. Mengganti gelapnya hatimu dengan terang sinar-Nya. Membuang jalan kesesatan menjadi jalan yang penuh dengan keridhaan Rabbnya.

Aku tahu tubuhmu lelah melangkah di jalan yang selama ini kau tempuh. Penuh dosa dan penuh kesalahan yang menghantui setiap perasaan dan mengepung rasa aman. Fikrah-fikrah liberalisme, feminisme yang radikal hanya membuatmu semakin jauh dari kasih sayangnya. Menjadi anak yang durhaka terhadap ketentuan-ketentuanNya. Semua itu melelahkan! Padahal tak ada janji sorga kecuali hanya surga dunia yang hanya sesaat saja. Gelimang materi yang akan kau dapatkan manakala kau menjual agamamu pada mereka.

Kembalilah kepada Allah. Jadilah muslimah yang meneduhkan hati. Karena hari ini, aku ingin memanggilmu Ukhti...

29 Mei 2009

Sunnah Harian


7 Sunnah Harian Nabi Muhammad SAW


  1. Qiyamul Lail
  2. Membaca Al Qur'an
  3. Shalat berjama'ah ke masjid (bagi laki2)
  4. Shalat Dhuha
  5. Bersedekah setiap hari
  6. Selalu menjaga wudhu/dalam keadaan suci
  7. Selalu beristighfar setiap saat
Semoga bisa menambah ilmu bagi kita dan diberikan kemudahan untuk melaksanakannya, amiin...


From : my best friend

02 Mei 2009

2 x 2 Hari

MAN 1 Sragen

Alhamdulillah, Luar Biasa!!! itu kesan pertama saat datang bersilaturahmi ke MAN 1 Sragen dalam rangka mengisi jadwal untuk menjadi Instruktur Pelatihan Powerpoint. Sambutan yang diberikan, Semangat Belajar yang terpancar, Keramahan dari peserta training dan fasilitas laboratorium komputer yang memadai, sungguh dapat mengobati kelelahan dalam menempuh perjalanan Solo - Sragen (+/- 1 jam).
Meskipun hanya 2 jam selama 2 hari, Jum'at-Sabtu (1-2 Mei 2009) dari waktu yang ditentukan, kebersamaan yang saya rasakan seperti sudah mengenal lama di MAN 1 Sragen. Belajar secara "SerSan" Serius tapi Santai, mudah2an bisa menjadi dasar atau landasan untuk memacu diri lebih kreatif dan terus termotivasi dalam meningkatkan SDM masing-masing.
Seperti kelas-kelas training yang lain, ada yang serius belajar, ada yang bingung dengan penjelasan Instruktur, bahkan yang sudah bisa powerpoint pun memanfaatkan waktu dengan bermain internet (OOW Kamu Ketahuan hehe...). Keceriaan yang ada dalam kelas mampu memberi semangat tersendiri (apalagi pesertanya banyak yang cantik dan Imoet2 :-) hehe...) meskipun begitu tentu banyak kesalahan atau kekurangan dalam sharing dan memberikan ilmu. So, Mohon dimaafkan atas segala kekurangan dan semoga Ukhuwah yang ada di antara kita akan tetap terjaga.
Sayang belum sempat membuat dokumentasi pelatihan, karena jadwal yang ketat dan waktu yang terbatas. 1 pesan buat semuanya : Teruslah Mencoba, Jangan Takut Mencoba, Jangan Menyerah, dan Teruslah Belajar. Praktek, Praktek dan sekali lagi Praktekkan apa yang sudah di dapat dari Instruktur. Mohon maaf atas segala kekurangan. Terimakasih atas segala yang diberikan, Tetap Semangat, SUKSES Selalu dan Semoga Barokah...

Salam Ukhuwah

Peace and Love



07 Maret 2009

C > E

C > E


Semoga Ridlo, Barokah, Rahmat, Ampunan dan Syafaat Allah SWT selalu terlimpah kepada kita semua, Amin..

Renungkanlah..
HIDUP itu adalah Pilihan C > E
C = Caused (penyebab)
E = Effect (Akibat)

Orang yang tidak bermental kuat / Negative Thinking akan memilih E atau Efek sebagai pilihannya.
  • Saya menjadi begini karena gurunya begitu
  • Saya nggak sukses karena begini - begitu
  • dll - Seribu alasan, cenderung menyalahkan orang lain, dan tidak mau mengembangkan diri

Orang yang bermental kuat / Positif Thinking akan memilih C, ia akan mengambil keputusan menjadi penyebab.
  • Saya gagal dan sukses, karena pilihan saya sendiri, sayalah penyebabnya, bukan orang lain
  • Berjiwa mandiri, tidak mudah putus asa dan pantang menyerah menghadapi berbagai macam tantangan.
Memilih Sekolah/kuliah, memilih kerja atau berhenti kerja ITU SEMUA ADALAH PILIHAN KITA SENDIRI - ke depan mau diarahkan kemana hidup kita itu juga adalah pilihan dan rencana kita sendiri. ingin termasuk pribadi yang manakah Anda C atau E, itu juga adalah pilihan Anda sendiri.

Yang manakah Anda...?

01 Maret 2009

Sholat Dhuha

SHOLAT DHUHA



“Di dalam surga terdapat pintu yang bernama bab ad-dhuha ( pintu dhuha ) dan pada hari kiamat nanti ada orang yang memanggil, ”Dimana orang yang senantiasa mengerjakan sholat dhuha ?" Ini pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang Allah.” ( H.R. At-Tabrani).

JEMPOL

Ibu Jari Itu disebut : JEMPOL



Jempol dalam bahasa Indonesia disebut Ibu Jari. Sebagai Ibunya jari "Ia" memiliki kelebihan dibanding yang lain. Kelebihan di sini adalah bahwa "Ia" dianggap mewakili sesuatu yang 'Baik'. Misalkan apabila kita mendapat sesuatu yang baik, hebat, bagus - maka orang cenderung akan mengacungkan ibu jari - sebagai tanda penghormatan/penghargaan.

Dalam khasanah jawa, jempol diacungkan sebagai bentuk penghormatan kepada orang lain. Seperti mempersilakan orang lain untuk duduk ditempat tertentu, makan atau yang lain sambil bicara "Monggo Pinarak, Monggo dipun rahapi" dll.

Kalau mengacungkan satu jempol mewakili sesuatu yang baik, maka mengacungkan kedua jempol menunjukkan penghormatan/penghargaan yang lebih utama kepada orang lain. Menurut Penulis jempol mempunyai makna lain yang lebih bersifat mengingatkan diri pribadi untuk berbuat yang lebih baik. Yaitu :
  1. J = Jejeg / Lurus : artinya bahwa kita harus selalu Meluruskan niat kita dalam hidup dan kehidupan ini untuk selalu mencari ridho Allah SWT.
  2. E = Eling lan Waspodo / Ingat dan Waspada : artinya kita harus selalu ingat terhadap hukum2 Allah SWT dan mewaspadai larangan2-Nya
  3. M = Miturut dalan sing bener / Menurut jalan yang benar : artinya bahwa kita harus menempuh jalan kebenaran dalam hidup kita.
  4. P = Prigel / Aktif : artinya sebagai seorang muslim kita diwajibkan untuk beraktifitas atau aktif dalam hidup ini, baik beribadah, bekerja maupun dalam bersosialisasi dengan makhluk yang lain.
  5. O = Ojo dumeh / Jangan Sombong : artinya bahwa kita tidak boleh sombong / menyombongkan diri dihadapan yang lain.
  6. L = Luwes / Fleksibel : artinya kita harus bisa mengikuti dinamika kehidupan tanpa melepaskan prinsip2 yang memang harus dipegang teguh dalam hidup.

26 Februari 2009

Sedekah Yuk...


KITA YANG BUTUH SEDEKAH



Selama ini kita pikir, kalo kita bersedekah, maka orang lain lah yang butuh sedekah kita. Tapi pernahkah kita berpikir, bahwa kita lah yang butuh bersedekah? Bukan mereka? Kenapa? Karena jawabannya adalah dengan sedekah selain harta kita menjadi suci, sedekah pun punya banyak kelebihan/fadilah yang lain.

Di antaranya mendatangkan rizki lebih banyak, menolak bala, menyembuhkan penyakit, memperpanjang umur, dan lain sebagainya. Alkisah, ada seorang supir yang datang ke seorang kyai. Supir ini meminta nasihat kepada kyai amalan apa yang bisa membuat rizkinya bertambah. Maksud sang supir, dia minta semacam zikir dan wirid kepada kyai. Sang kyai malah memintanya bersedekah. Supir tersebut protes, dia bilang, “Ada juga yang butuh sedekah, saya Pak Kyai. Karena saya hidup selalu dalam kekurangan.” Dia cerita, bahwa gajinya 800 ribu rupiah. Dengan anak lima, dan semuanya sekolah, gaji segitu menjadi berat. Apalagi dia tinggal di kota besar, Jakarta. Di mana semua kebutuhan, mahal. Kyai tersenyum, “Kalau Bapak memposisikan sebagai penerima sedekah, maka posisi Bapak tidak akan diangkat oleh Allah. Kalau mau kaya, ya ambil posisi yang mengeluarkan sedekah.

Kalau mau cukup, ya justru harus banyak sedekah. Banyak yang bersedekah menunggu cukup. Akhirnya, karena tidak cukup-cukup, ya akhirnya tidak bersedekah-sedekah. Dan walhasil, tidak pernah dicukupkan Allah. Sudah, keluarkan saja sedekah. Jangan banyak mikir. Katanya mau dicukupkan Allah. Nah, caranya sekali lagi ya bersedekah.” Akhirnya, supir tersebut bersedekah. Kebetulan dia bawa uang 100 ribu. Uang tersebut dititipkan ke kyai tersebut untuk disalurkan.


dari : http://alazharpeduli.wordpress.com/

13 Februari 2009

Pelatihan Blog

Ngeblog Yuuk...

Foto-foto saat menjadi Trainer Pelatihan Blog bersama Reynal Falah, S.Psi
kegiatan ini diadakan oleh : LAZ Al-Azhar Peduli Ummat Solo Baru
tanggal 8 Februari 2009 di Javatechno Surakarta. Pesertanya LUAR BIASA!!
bersemangat sehingga lupa waktu, hehe....

Peserta Blog...
















Peace...
















Ngalamun Tuh...
















Serius Ngeblog...





















Si Imoeth bergaya...
















Itu Gini Lho...
















Tetap Semangat ya...














05 Februari 2009

Puncak Lawu



PENDAKIAN PUNCAK LAWU 1 JANUARI 2009


Mendaki gunung ternyata mengasyikkan, selain bisa mensyukuri karuniaNya ternyata banyak hikmah yang bisa dipetik. Di antaranya bahwa kesuksesan menuju puncak dibutuhkan pengorbanan yang luar biasa. Fisik dan Mental yang kuat, penguasaan medan yang akurat, pengetahuan tentang wilayah sekitar dll.

Cuplikan Foto Video : Pendakian Puncak Lawu 2009


04 Februari 2009

Surat Cinta

Surat Cinta

Ini hanya sebentuk perasaan yang hadir bersama heningnya malam, setelah pertemuan dengan seorang gadis manis yang mempesona.


03 Februari 2009

Tuhan Bingung ?

Syahdan di suatu hari Tuhan berkata pada malaikat, “Hai malaikat, tidakkah kau tahu bahwa hambaKu setiap hari selalu mencariku tetapi bukan untuk mengenalKu melainkan karena Aku dipaksa-paksa dan diatur-atur mereka untuk memenuhi hajat hidupnya. Di dalam hati mereka selalu bunyi : semoga ini semoga itu, sesuai dengan selera mereka. Bahkan ada yang menggedor-gedor pintuKu memaksaKu untuk mengabulkan doanya, yang lebih parah ada yang menggugat kemahaanKu karena keinginan mereka tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.”

“Terus bagaimana ya Tuhan ?”

“Aku ingin bersembunyi malaikatKu, tapi aku bingung akan kemana bersembunyi di mana ?”

“Bersembunyi saja di gunung yang tertinggi, pasti hambaMu tidak akan bisa menemukanMu.”

“Itu dulu malaikat, sekarang teknologi mereka sudah bisa mencapai puncak gunung yang paling tinggi sekalipun.”

“Kalau begitu Engku bersembunyi saja di dasar laut yang terdalam, pasti hambaMu tidak akan bisa menemukanMu.”

“Itu juga dulu malaikat, sekarang teknologi mereka sudah bisa mencapai dasar laut yang paling dalam sekalipun.”

“Kalau masih ketahuan, bersembunyi sajalah di Bulan jangan di Bumi, pasti di tempat yang ini hambaMu tidak akan bisa menemukanMu.”

“Itu juga dulu malaikat, sekarang teknologi mereka sudah bisa mencapai Bulan.”

“Saya yakin di tempat yang satu ini mereka tidak bisa menemukanmu.”

“Di mana itu malaikatKu ?”

“Ya... di hati hambaMu sendiri Tuhanku.”

“Aha.. kurasa engkau benar MalaikatKu, Aku akan bersembunyi di dalam hati hambaKu, niscaya akan jarang sekali yang bisa menemukanKu. Karena biasanya mereka mencariKu di luar diri mereka.”

Itulah sepenggal kisah berhikmah yang dituturkan oleh salah satu jamaah masjid dekat rumah, ketika bertugas memberikan kultum di hari terakhir Ramadhan kemarin. Silakan dicari sendiri hikmahnya, silahkan dilihat sendiri posisi diri kita masing-masing dari kisah berhikmah tersebut.

02 Februari 2009

Mangkuk Tak Beralas



Mangkuk Tak Beralas


Seorang raja bersama pengiringnya keluar dari istananya untuk menikmati udara pagi. Di keramaian, ia berpapasan dengan seorang pengemis. Sang raja menyapa pengemis ini : "Apa yang engkau inginkan dari dariku?" Si pengemis itu tersenyum dan berkata: "Tuanku bertanya, seakan-akan tuanku dapat memenuhi permintaan hamba". Sang raja terkejut, ia merasa tertantang: "Tentu saja aku dapat memenuhi permintaanmu. Apa yang engkau minta, katakanlah!" Maka menjawablah sang pengemis: "Berpikirlah dua kali, wahai tuanku, sebelum tuanku menjanjikan apa-apa."

Rupanya sang pengemis bukanlah sembarang pengemis. Namun raja tidak merasakan hal itu. Timbul rasa angkuh dan tak senang pada diri raja, karena mendapat nasihat dari seorang pengemis. "Sudah aku katakan, aku dapat memenuhi permintaanmu. Apapun juga! Aku adalah raja yang paling berkuasa dan kaya-raya". Dengan penuh kepolosan dan kesederhanaan si pengemis itu mengangsurkan mangkuk penadah sedekah: "Tuanku dapat mengisi penuh mangkuk ini dengan apa yang tuanku inginkan". Bukan main! Raja menjadi geram mendengar 'tantangan' pengemis dihadapannya. Segera ia memerintahkan bendahara kerajaan yang ikut dengannya untuk mengisi penuh mangkuk pengemis kurang ajar ini dengan emas! Kemudian bendahara menuangkan emas dari pundi-pundi besar yang di bawanya ke dalam mangkuk sedekah sang pengemis.

Anehnya, emas dalam pundi-pundi besar itu tidak dapat mengisi penuh mangkuk sedekah. Tak mau kehilangan muka di hadapan rakyatnya, sang raja terus memerintahkan bendahara mengisi mangkuk itu. Tetapi mangkuk itu tetap kosong. Bahkan seluruh perbendaharaan kerajaan: emas, intan berlian, ratna mutumanikam telah habis dilahap mangkuk sedekah itu. Mangkuk itu seolah tanpa dasar, berlubang. Dengan perasaan tak menentu, sang raja jatuh bersimpuh di kaki si pengemis yang bukan pengemis biasa, terbata-bata ia bertanya : "Sebelum berlalu dari tempat ini, dapatkah tuan menjelaskan terbuat dari apakah mangkuk sedekah ini?"

Pengemis itu menjawab sambil tersenyum: "Mangkuk itu terbuat dari keinginan manusia yang tanpa batas. Itulah yang mendorong manusia senantiasa bergelut dalam hidupnya. Ada kegembiraan, gairah memuncak di hati, pengalaman yang mengasyikkan kala engkau menginginkan sesuatu. Ketika akhirnya engkau telah mendapatkan keinginan itu, semua yang telah kau dapatkan itu, seolah tidak ada lagi artinya bagimu. Semuanya hilang ibarat emas intan berlian yang masuk dalam mangkuk yang tak beralas itu. Kegembiraan, gairah, dan pengalaman yang mengasyikkan itu hanya tatkala dalam proses untuk mendapatkan keinginan. Begitu saja seterusnya, selalu kemudian datang keinginan baru. Orang tidak pernah merasa puas. Ia selalu merasa kekurangan. Anak cucumu kelak mengatakan : power tends to corrupt; kekuasaan cenderung untuk berlaku tamak. Raja itu bertanya lagi : "Adakah cara untuk dapat menutup alas mangkuk itu?" Tentu ada, yaitu rasa syukur kepada Allah SWT. Jika engkau pandai bersyukur, Allah akan menambah nikmat padamu Ucap sang pengemis itu, sambil ia berjalan kemudian menghilang dari mata khalayak. [ dari QS Ibrahiim; 14:7 ]

Butuh Allah


Merasa Butuh Allah SWT


Pada tulisan terdahulu yaitu Tentang DOA, Syekh Abu al-Abbas al-Mursi menyampaikan bahwa sebenarnya manusia itu selalu membutuhkan Allah baik di dunia maupun di akhirat sebagai hakikat kehambaannya tanpa melalui sebab-sebab tertentu. Hanya saja kebanyakan manusia baru merasa butuh Allah jika sudah ada sebab-sebab tertentu dan ketika sebab itu hilang maka akan hilang juga rasa butuhnya kepada Allah. Padahal salah satu kunci dikabulkannya suatu doa adalah selalu merasa butuh.

Masalahnya adalah bagaimana kita bisa mengondisikan hati kita untuk terus merasa butuh kepada Allah. Kemarin pun saya juga masih belum paham bagaimana caranya melatih hal itu, tapi alhamdulillah tiba-tiba saja ada pemahaman baru yang sementara ini bagi saya yang awam bisa menerimanya secara sederhana dan semoga kesadaran ini bisa terpatri dalam hati. Tiba-tiba saja terlintas kalimat yang sering kita baca yaitu : "Laa haula walaa quwwata illaa illaahil'aliyyil'adzhim." (Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung). Dalam pemahaman saya, berarti kita itu NOL, tidak punya daya dan kekuatan bagai sesosok jazad tak bernyawa.

Siapa bisa menjamin besok pagi ketika bangun tidur, kita masih bisa menggerakkan tubuh kita ? Siapa bisa menjamin satu jam ke depan kita masih segar bugar ? Siapa bisa menjamin nanti masih tergerak hati kita untuk sholat ? Kalau toh kita bisa beraktivitas dalam keseharian karena kondisi tubuh kita yang sehat, dari mana sebenarnya kesehatan itu berasal ? Kalau toh kita berargumen bahwa tubuh kita sehat karena kita menerapkan pola hidup sehat dengan pola konsumsi makanan yang sehat, istirahat dan olah raga yang teratur, maka dari mana niatan atau kesadaran untuk berpola hidup sehat itu muncul. Beranikah kita mengklaim bahwa niatan atau kesadaran itu muncul karena kehendak atau kekuatan kita sendiri ? Atau ketika kita ringan dalam menjalankan ibadah kita, beranikah kita untuk juga mengklaim itu atas kekuatan kita sendiri atau lebih jauh beranikah kita memastikan di akhir hidup kita nanti dalam keadaan khusnul khotimah ?

Sungguh, dalam setiap detik kehidupan kita tidak pernah lepas dari pengaturan Allah, karena sebenarnya kita itu faqir di hadapan Allah, sehingga kita semua sangat-sangat tergantung pada Allah, sangat-sangat butuh kepada Allah. Di dalam setiap gerak dan langkah kita, di dalam setiap tarikan dan hembusan napas kita, di dalam setiap detak jantung kita, di dalam setiap dzikir dan pikir kita, Allah-lah yang sejatinya menggerakkan dan memberi kita kekuatan.

Untuk itu dalam setiap kegiatan, kita awali dengan bacaan bismillah dan bersamaan dengan itu mari kita sama-sama belajar menggerakkan kesadaran hati kita untuk meng-NOL-kan diri kita agar bersamaan dengan itu pula kita selalu mengharapkan pertolongan Allah. Dalam setiap apa pun juga saya biasakan mohon kemudahan dari Allah : Mudahkan Yaa Allah – Mudahkan Yaa Allah. Insya Allah kita akan selalu diberikan kemudahan, sesulit apa pun situasi yang harus kita hadapi.

Semoga Allah mengangkat kita semua pada derajad hamba-hambaNya yang selalau merasa membutuhkan-Nya. Aamiin.

30 Januari 2009

Polusi Hati

POLUSI HATI

Berat benar yach... rasanya kalo mo ngejaga hati ini biar tetep adem ayem bersama Allah. Coba deh hitung aja berapa kali dalam sehari hati ini terkotori. Ini kalo aku misalnya, berangkat dari rumah hati masih adem ayem niat beramal sholih, doa trus berangkat. Ee... baru sekian meter keluar rumah mata ini ngeliat..... (suit-suit, cakep bener....), nyampe jalan raya ada aja yang nyetirnya ugal-ugalan, kurang ajar “*!$&^@#$#!!!!” (sensor, kromo inggilnya keluar). Habis itu ngeliat orang dandannya menor (uantikke rek....), di traffic light liat lagi anak jalanan sedang kerja ecek-ecek tapi ibunya cuman duduk-duduk di bawah rindangnya pohon (gak duwe isin, anak-e dikongkon kerjo mbok-e tenguk-tenguk ae). Trus engga sengaja lihat indikator bensin dah hampir habis (waduh habis, mana bensin mahal lagi, pemerintah itu goblok kok memang). Itu baru beberapa contoh padahal aslinya setengah jam perjalanan ke sekolah aja, hati ini penuh celaan, penuh gerutuan dan penuh keluhan.

Nyampe di sekolah sosialisasi ama temen-temen, mulai lagi deh bikin capek hati, yang diomongin ya itu-itu aja dari hari ke hari ngomongin masalah daging aja hampir engga pernah ngomongin ruh padahal kalo daging kembalinya kan ke tanah ya lha wong asalnya dari tanah. Lha kalo ruh kan kembali ke gusti Allah tapi malah banyak yang tidak memperhatikannya. Bener-bener polusi nih. Proyek ruwet, gaya hidup dengan segala pernak-perniknya, masalah keluarga dan sebagainya, bukankah itu daging ? Blom lagi kalo kerjaan lagi banyak trus kebetulan ada Bos, nyuruh nyiapin ini itu, nyuruh buatin ini itu, cape deh....

Kalo didaftar gitu dalam sehari semalam bisa ratusan tuh yang bikin ruwetnya hati, trus gimana dunk ?

Jadi inget pengajian Sabtu kemarin, ada yang nanyain masalah uzlah, gimana sih pengertian uzlah secara sederhana itu ? Sebagian ulama mengatakan kalo uzlah itu ya ngeluarin dunia dari hati dalam artian bahwa jangan menyenangi dunia karena dunia itu limbah. Kita boleh punya apa pun di dunia tapi jangan sampai menyenangi, jangan sampai masuk di hati, hati hanya untuk Allah. Karena kalo kita menyenangi, maka begitu kita senang saat itu juga akan muncul cobaan dibalik yang kita senangi itu.

Oh... begicu to ? Gampang kan, maksudnya gampang kalo diucapin, kalo diamalin ya harus banyak-banyak latihan he... he....

Makanya kita disuruh terus berdzikir dalam hati : Allah... Allah.... terus, buat latihan uzlah, sunyi bersama Allah dalam keramaian dunia dan ramai bersama Allah dalam kesunyian dunia, biar mau apa pun ingat Allah bukan ingat kamu kaya lagunya Ratu. Mo marah ingat Allah, mo ngeluh ingat Allah, mo ngegosip ingat Allah, mo sedih ingat Allah, mo apa aja pokoknya dilatih biar ingat Allah. Bukankah semua memang dari Allah, bersama allah dan menuju ke Allah ? Gitu aja repot ?!

22 Januari 2009

Sukses Dunia Akhirat...



Ada sebuah nasihat dari Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon Surakarta,
Bp. Drs. HM. Joko Riyanto, SH.MM yaitu :

Jika Ingin Hidup Sukses Dunia Akhirat..?!

Pakailah JAS, "Jujur - Amanah - Syukur"

Semoga Barokah, Amin...



Tetap Semangat!


SEMANGAT ELANG

Jika kita sanggup menjadi Elang

Kenapa pula harus berpuas diri menjadi Emprit..??!

Ayo bentangkan sayapmu

Terbang tinggi

Jangan ragu

Karena badai justru kan membuatmu terbang lebih tinggi…

Ketika Emprit terus bergerombol

Elang justru Mandiri…