Ibu Jari Itu disebut : JEMPOL
Jempol dalam bahasa Indonesia disebut Ibu Jari. Sebagai Ibunya jari "Ia" memiliki kelebihan dibanding yang lain. Kelebihan di sini adalah bahwa "Ia" dianggap mewakili sesuatu yang 'Baik'. Misalkan apabila kita mendapat sesuatu yang baik, hebat, bagus - maka orang cenderung akan mengacungkan ibu jari - sebagai tanda penghormatan/penghargaan.
Dalam khasanah jawa,
jempol diacungkan sebagai bentuk penghormatan kepada orang lain. Seperti mempersilakan orang lain untuk duduk ditempat tertentu, makan atau yang lain sambil bicara
"Monggo Pinarak, Monggo dipun rahapi" dll.
Kalau mengacungkan satu
jempol mewakili sesuatu yang baik, maka mengacungkan kedua
jempol menunjukkan penghormatan/penghargaan yang lebih utama kepada orang lain. Menurut Penulis
jempol mempunyai makna lain yang lebih bersifat mengingatkan diri pribadi untuk berbuat yang lebih baik. Yaitu :
- J = Jejeg / Lurus : artinya bahwa kita harus selalu Meluruskan niat kita dalam hidup dan kehidupan ini untuk selalu mencari ridho Allah SWT.
- E = Eling lan Waspodo / Ingat dan Waspada : artinya kita harus selalu ingat terhadap hukum2 Allah SWT dan mewaspadai larangan2-Nya
- M = Miturut dalan sing bener / Menurut jalan yang benar : artinya bahwa kita harus menempuh jalan kebenaran dalam hidup kita.
- P = Prigel / Aktif : artinya sebagai seorang muslim kita diwajibkan untuk beraktifitas atau aktif dalam hidup ini, baik beribadah, bekerja maupun dalam bersosialisasi dengan makhluk yang lain.
- O = Ojo dumeh / Jangan Sombong : artinya bahwa kita tidak boleh sombong / menyombongkan diri dihadapan yang lain.
- L = Luwes / Fleksibel : artinya kita harus bisa mengikuti dinamika kehidupan tanpa melepaskan prinsip2 yang memang harus dipegang teguh dalam hidup.